Status geocode: verified · Tanda latitude diperbaiki sesuai pin screenshot. Pin dekat ujung Jl. Arif Rahman Hakim pada kawasan Merdeka Barat; hasil reverse area tidak dipakai sebagai titik pengganti. Verifikasi sumber dan jalan/landmark; bukan survei lapangan.
Ketersediaan dan estimasi traffic perlu konfirmasi Citra. Posisi per unit/arah tayang memerlukan survei lapangan.
Location Intelligence · Analisis agent
Baca potensi kawasan.
Disusun Chronos Higlen · 2026-10-04T15:56:53.657814+00:00 · Riset meja, bukan survei lapangan
Merdeka Barat–Arif Rahman Hakim: simpul alun-alun dengan konteks wisata kota lama
Titik ini memiliki sudut baca berbeda dari Merdeka Timur: pin sumber berada dekat ujung Arif Rahman Hakim pada kawasan Merdeka Barat, sehingga narasi lebih tepat menonjolkan persilangan kegiatan ruang publik dan jaringan pusat kota. Pemkot mendeskripsikan Kayutangan di koridor Basuki Rachmat serta kawasan Kauman sebagai lingkungan wisata heritage dan kuliner; ini konteks kawasan lebih luas, bukan bukti pintu wisata berada tepat di depan layar. Kampanye kuliner, eksplorasi kota, atau informasi kunjungan layak diuji dengan pesan ringkas, sementara arah perjalanan, akses penyeberangan, dan orientasi layar masih memerlukan pemeriksaan lapangan.
Pin dipertahankan pada ujung koridor, bukan dipindahkan ke pusat kawasan
Catatan verifikasi inventaris menyebut pin dekat ujung Jalan Arif Rahman Hakim pada kawasan Merdeka Barat; hasil reverse area tidak digunakan untuk mengganti titik sumber. Posisi ini mendukung pembacaan simpul jalan, tetapi label simpang tidak cukup untuk menetapkan lajur mana yang menghadap layar atau pengendara dari arah mana yang dapat membacanya. [1]
Alun-alun mempunyai fungsi publik dan kegiatan terjadwal yang beragam
Pemkot menjelaskan Alun-Alun Merdeka sebagai ruang terbuka, rekreasi, edukasi, dan tempat yang dapat mendukung kegiatan besar Masjid Agung Jami'. Fungsi tersebut menunjukkan variasi penggunaan ruang pada konteks titik Merdeka Barat, bukan dasar untuk mengasumsikan agama atau karakter demografis orang yang melintas. [2][1]
Kayutangan memberi tema heritage dan kuliner pada skala kawasan
Halaman wisata Pemkot menempatkan Kayutangan sepanjang Jalan Basuki Rachmat dan wilayah Kauman, dengan wisata bangunan bersejarah, kuliner, dan kedai kopi. Tema ini berguna untuk merancang hubungan pesan Merdeka Barat dengan pengalaman pusat kota. Belum ada pengukuran dalam riset narasi ini untuk menyatakan destinasi atau pintu masuk Kayutangan berada dalam radius pilihan peta. [4]
Jaringan jalan tercatat, tetapi operasional perjalanan tidak mutakhir
Daftar angkot Disporapar tahun 2011 mencantumkan Merdeka Barat, Kauman, serta Arif Rahman Hakim pada berbagai rangkaian rute. Ini bukti dokumenter hubungan nama koridor, bukan observasi trayek yang masih beroperasi, kepadatan, kemacetan, atau waktu tunggu di simpang saat ini. Narasi karenanya tidak menjual titik ini sebagai lokasi stop-traffic terukur. [5]
Hipotesis audiens
Segmen potensial berdasarkan fungsi tempat, bukan profil atau jumlah pengunjung yang diukur.
Hipotesis: pengunjung yang mengeksplorasi alun-alun dan wisata pusat kota
Fungsi rekreasi alun-alun dan tema heritage Kayutangan memungkinkan perjalanan yang menggabungkan beberapa tujuan. Pengunjung belum terbukti menggunakan koridor atau penyeberangan yang sama, sehingga hipotesis ini perlu diuji, bukan dijadikan angka jangkauan. [2][4]
Hipotesis: warga dengan urusan harian lintas pusat kota
Posisi pin pada ujung koridor dan dokumentasi jaringan jalan memberi alasan untuk menguji pesan kebutuhan harian yang tetap relevan bagi orang yang tidak sedang berwisata. Tidak tersedia data moda, tujuan perjalanan, atau frekuensi lintasan mereka. [1][5]
Hipotesis: pencari kuliner dan pengalaman heritage
Pemkot secara eksplisit memasukkan kuliner dan kedai kopi dalam karakter Kayutangan. Segmentasi berbasis minat kunjungan ini lebih tepat daripada menyebut seluruh audiens anak muda atau berpendapatan tertentu; lokasi konsumsi dan respons iklan belum diukur. [4]
Arah kampanye yang relevan
Rekomendasi konteks kreatif, bukan jaminan jangkauan atau konversi.
Kuliner dengan identitas kota lama
Tema heritage dan kuliner mempunyai dukungan sumber Pemkot dan dapat membedakan pesan titik barat dari orientasi layanan Merdeka Timur. Pilih gerai yang benar-benar siap melayani; keberadaan tema kawasan tidak otomatis membuktikan jarak gerai atau hubungan komersial dengan destinasi. [4][1]
Arah kreatif: Satu menu khas, nama gerai, dan identitas visual kota yang mendapat izin penggunaan. Gunakan alamat, bukan klaim 'tinggal menyeberang' atau 'satu menit' tanpa pemeriksaan akses.
Tur kota, pengalaman heritage, dan agenda budaya
Ruang publik alun-alun dan narasi wisata Kayutangan memberi konteks bagi pengalaman yang menggabungkan cerita tempat dan aktivitas. Rute, titik temu, jadwal, kapasitas, dan izin kegiatan tetap harus disediakan penyelenggara. [4][2]
Arah kreatif: Tonjolkan pengalaman yang akan diperoleh dan tanggal pelaksanaan, dengan nama titik temu yang jelas. Jangan menggunakan label 'berangkat dari sini' sebelum lokasi pertemuan dan akses aman dikonfirmasi.
Informasi ruang publik dan kunjungan yang tertib
Alun-alun melayani beragam kegiatan dan sebagian fasilitas pernah memerlukan perbaikan. Pesan publik tentang menjaga taman atau pemberitahuan agenda dapat relevan tanpa menjanjikan atraksi yang belum dipastikan tersedia. [2][3]
Arah kreatif: Satu instruksi positif dengan simbol yang mudah dikenali dan identitas penyelenggara. Materi agenda diperbarui sesuai pengumuman resmi; hindari ajakan memindai QR saat pengguna masih mengemudi.
Jelajahi sekitar titik
Objek bernama yang terpetakan di OpenStreetMap. Cakupan tidak lengkap; objek peta dapat merujuk tempat yang sama. Titik area memakai pusat representatif, bukan pintu masuk.
628 objek peta bernama · radius 1 km
Tidak ada objek pada filter ini dalam snapshot; bukan berarti tidak ada tempat di kawasan.
Belum tersediaPerlu dataset penduduk dengan tahun dan batas wilayah yang sesuai.
Rumah tangga
Belum tersediaBelum ada data rumah tangga untuk radius ini.
Kartu keluarga (KK)
Belum tersediaKK berbeda dari rumah tangga maupun jumlah bangunan.
Kecepatan kendaraan
Belum tersediaPerlu pengukuran segmen, arah, dan periode waktu.
Traffic terukur
Belum tersediaAngka proposal bukan hitungan kendaraan yang diaudit.
Visibilitas layar
Belum tersediaPerlu arah muka, ketinggian, halangan, dan survei tiap unit.
Batas analisis & sumber
Koreksi tanda latitude dari proposal telah dilakukan dalam inventaris; pin sumber tetap dipertahankan. Verifikasi hanya sumber dan jalan/landmark, bukan letak fisik layar atau survei simpang.
Kedekatan tema dengan Kayutangan tidak berarti layar berada di pintu masuk kampung heritage atau seluruh pengunjung Kayutangan akan melewatinya.
Daftar trayek yang dirujuk bertanggal 2011. Arah jalan, angkot aktif, tempat naik-turun, hambatan parkir, lampu lalu lintas, dan durasi berhenti saat ini belum diverifikasi.
Tidak boleh menggeneralisasi keyakinan orang yang melintas dari keberadaan Masjid Agung Jami' atau kegiatan di alun-alun.
Perbaikan playground dan air mancur diberitakan pada Mei 2026; riset ini tidak memastikan status operasional terakhir atau jadwal kegiatan. Nama hotel dan lokasi kuliner dalam proposal belum merupakan daftar tenant terverifikasi.
Radius peta bukan area paparan iklan. Tidak ada klaim POI berada dalam 500 m/1 km tanpa pengukuran; traffic dan impression proposal tetap klaim belum divalidasi, bukan hasil pengamatan.
Koordinat telah ditinjau terhadap sumber/jalan, bukan survei muka layar. Angka traffic pada spesifikasi di atas adalah klaim proposal dan belum diverifikasi sebagai pengukuran.
Diakses 2026-10-04T15:52:50.495160+00:00 · Dibaca dari inventaris impor proposal doc_82b993a2673e_Data LED Citra Advertising - Part 03.pptx, slide 6; bukan pembacaan ulang PPTX atau survei lapangan. Tanda latitude diperbaiki sesuai pin screenshot. Pin dekat ujung Jl. Arif Rahman Hakim pada kawasan Merdeka Barat; hasil reverse area tidak dipakai sebagai titik pengganti. Verifikasi sumber dan jalan/landmark; bukan survei lapangan. Traffic, impression, spesifikasi, jam tayang, dan availability tetap klaim proposal belum divalidasi.
Diakses 2026-10-04T15:49:34.157629+00:00 · Berita Pemkot 29 Januari 2026 tentang pembukaan kembali Alun-Alun Merdeka pada 28 Januari 2026. Fakta fungsi dan fasilitas diparafrasekan; rencana relokasi PKL dan perpustakaan tidak dianggap sudah terealisasi.
Diakses 2026-10-04T15:49:34.117303+00:00 · Berita Pemkot berlabel publikasi 5 Mei 2026 dan pembaruan 7 Mei 2026; isi juga menyebut 7/5/2026. Mendukung catatan penutupan sementara playground dan dry fountain saat berita terbit, bukan status operasional terakhir pada Oktober 2026.
Diakses 2026-10-04T15:51:09.192419+00:00 · Halaman wisata Pemkot tanpa tanggal publikasi yang jelas. Hanya bagian Kayutangan digunakan untuk konteks koridor Basuki Rachmat, Kauman, heritage, dan kuliner; tidak mengadopsi jarak, klasifikasi bangunan ibadah, atau jadwal pada bagian lainnya.
Diakses 2026-10-04T15:49:34.977071+00:00 · Daftar rute resmi Disporapar bertanggal 15 Desember 2011 menurut metadata dan tanggal halaman. Hanya bukti dokumenter hubungan koridor; tidak mengonfirmasi trayek aktif, arah jalan, frekuensi, penumpang, maupun lalu lintas 2026.
Data POI terstruktur tersedia sebagai JSON ODbL; analisis tersimpan sebagai JSON analisis. Teks sumber eksternal tidak disalin sebagai basis data.